6 Tahap Dalam Proses Coating dan Produk Yang Digunakan

August 31, 2023   |   In NDT

tahap proses coating

Seperti yang kita ketahui bahwa terdapat banyak tahapan yang perlu dilakukan untuk merawat permukaan material industri, termasuk saat proses coating. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kegagalan pelapisan prematur (premature coating failure). 

Untuk memastikan agar produk hasil akhir sesuai dengan persyaratan proyek, terdapat 6 tahap pengujian dan perlindungan yang perlu dilakukan sebelum dan sesudah proses coating. 

Tahap Proses Coating

1. Memantau Kondisi Iklim (Dew Point Test)

Monitoring kondisi lingkungan sangat penting diketahui selama proses sandblasting dan coating. Mengapa demikian? 

Karena pada kondisi tertentu, kelembaban udara dapat mengembun pada substrat setelah proses blasting. Hal ini dapat menyebabkan permukaan berkarat dan mempengaruhi daya lekat cat yang diaplikasikan selanjutnya. Selain itu, kelembaban udara juga dapat mengembun pada substrat setelah proses aplikasi cat, sebelum proses pengeringan selesai.

Mengukur Kondisi Iklim

Pada tahap monitoring ini, terdapat beberapa parameter yang diukur, meliputi: 

  • kelembaban relatif (relative humidity), 

  • suhu udara (air temperature), 

  • suhu permukaan substrat, 

  • suhu titik embun (dewpoint temperature), 

  • kecepatan angin (wind speed), 

  • dan lain-lain.

Parameter tersebut dapat Anda ukur menggunakan DeFelsko Dew Point Meter Positector DPM. Alat ukur ini sudah sesuai dengan ISO 8502-4, BS 7079-B4, ASTM D3276, IMO PSPC, SSPC-PA7, dan US Navy NSI 009-32.

DeFelsko Dew Point Meter Positector DPM

2. Memastikan Kebersihan Permukaan (Soluble Salt Test)

Tahap kedua yaitu Surface Cleanliness, bertujuan untuk memastikan kebersihan permukaan material setelah proses sandblasting. Proses ini dapat dilakukan sesuai standar yang berlaku, antara lain SSPC (Steel Structures Painting Council USA), NACE (National Association of Corrosion Engineers), SA (Swedish Standards Organisation).

Tahap ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kontaminan (umumnya ion garam) di permukaan material, yang dapat menyebabkan kegagalan pelapisan prematur dalam bentuk delaminasi (cat retak menjadi beberapa lapisan) dan blistering (lapisan cat menggelembung).

Untuk memastikan konsentrasi garam terlarut pada permukaan yang dibersihkan tidak melebihi batas yang dapat diterima, perlu dilakukan pengujian. Salah satunya dengan metode Bresle menggunakan DeFelsko Bresle Patch dan DeFelsko PosiTector SST Soluble Salt Tester.

DeFelsko PosiTector SST Soluble Salt Tester

Selengkapnya mengenai DeFelsko Bresle Patch dapat Anda baca pada artikel Bresle Patch - Alat Ukur Kontaminasi Garam di Permukaan Baja.

3. Mengukur Profil Permukaan (Surface Profile)

Setelah permukaan dibersihkan dan profil permukaan dibuat melalui proses blasting. Selanjutnya dilakukan pengukuran profil permukaan (surface profile measurement). Adapun persiapan profil permukaan ini terdiri dari kedalaman profil, kepadatan puncak, dan sudut profil.

Jika profil terlalu dangkal, coating tidak dapat melekat dengan benar. Namun jika profil terlalu dalam, coating yang diperlukan akan bertambah (potensi sistem lapisan ganda), dan puncak profil mungkin terbuka, yang akan mengakibatkan bintik-bintik karat.

Untuk mengukur atau menguji profil permukaan (surface profile), Anda dapat menggunakan:

a. DeFelsko Surface Profile Gauge PosiTector SPG

DeFelsko Surface Profile Gauge PosiTector SPG

Alat ukur profil permukaan yang menggunakan mikrometer kedalaman digital. Fungsinya untuk mengukur ketinggian profil permukaan puncak hingga lembah sebagai persiapan penerapan pelapisan (coating). PosiTector SPG dapat Anda gunakan pada material blasted steel, textured coating, dan concrete profile.

b. Testex Press-O-Film Replica Tape dan DeFelsko Replica Tape Reader PosiTector RTR H

DeFelsko Replica Tape Reader PosiTector RTR

Testex  Press O Film Replica Tape adalah bahan yang paling umum digunakan untuk menentukan profil permukaan. Ketika menggunakan Testex Replica Tape, pastikan area permukaan material sudah dalam kondisi bersih dan mewakili area yang diuji. Kemudian profil dibaca menggunakan DeFelsko PosiTector RTR Replica Tape Reader.

Pengukuran surface profile

Selengkapnya mengenai penggunaan Testex Press O Film Replica Tape dapat Anda baca pada artikel Testex Press O Film Replica Tape Untuk Mengukur Surface Profile

4. Mengukur Ketebalan Lapisan (Coating Thickness)

Umumnya sistem pelapisan berkinerja tinggi mengharuskan setiap aplikasi memiliki ketebalan coating tertentu. Ketebalan lapisan, ketebalan cat, atau ketebalan film kering (Dry Film Thickness / DFT) merupakan variabel penting yang berperan dalam kualitas produk, memastikan cakupan perlindungan profil yang memadai, dan mengendalikan biaya pelapisan. 

Pengukuran ketebalan coating dapat dilakukan dengan beberapa cara. 

a. Ketebalan Film Basah (Wet Film Thickness)

Untuk mengukur ketebalan lapisan saat aplikasi sedang berlangsung, Anda dapat menggunakan wet film thickness gauge. Alat ini dapat digunakan sebagai panduan untuk memperkirakan ketebalan film kering.

b. Ketebalan Film Kering (Dry Film Thickness)

Setelah lapisan kering, ada 2 metode untuk mengukur ketebalannya, yaitu secara destruktif dan non-destruktif. Berikut ini beberapa alat ukur ketebalan cat (coating thickness gauge) yang dapat Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan Anda:

DeFelsko Coating Thickness Gauge

5. Mengukur Coating Adhesion (Adhesion Testing)

Apabila proses blasting dan coating telah dilakukan dengan benar, tahap selanjutnya yaitu coating adhesion testing. Proses ini bertujuan untuk memverifikasi bahwa lapisan telah melekat dengan benar pada substrat. 

Pengujian adhesi atau daya rekat coating dapat dilakukan dengan banyak cara. Beberapa diantaranya: metode Tape Test menggunakan DeFelsko PosiTest CH Cross Hatch Adhesion Tester atau dengan metode Pull-Off Adhesion Test menggunakan DeFelsko PosiTest Adhesion Tester.

DeFelsko PosiTest Adhesion Tester

6. Inspeksi Coating (Pinhole)

Tahap terakhir yang perlu dilakukan adalah menginspeksi coating dan lining pada substrat material. Karena apabila terdapat area dengan coating yang tipis atau hilang (atau disebut juga pinhole atau holiday), maka dapat mengurangi umur sistem lapisan pelindung secara drastis.

pinhole holiday testing

Untuk mendeteksi ada tidaknya pinhole, perlu dilakukan pinhole / holiday testing menggunakan alat pinhole detector / holiday tester. 

Terdapat 2 jenis Pinhole Detector, yaitu: Low Voltage Pinhole Detector seperti DeFelsko PosiTest LPD dan High Voltage Holiday Detector seperti DeFelsko PosiTest HHD dan DeFelsko PosiTest HHD C.