Inspeksi Microcrack dengan Fluorescent Penetrant dan Mikroskop UV

June 19, 2025   |   In Microscopy

inspeksi microcrack

Dalam dunia industri manufaktur, keselamatan dan keandalan produk sangat bergantung pada kualitas material yang digunakan. Salah satu ancaman tersembunyi terhadap integritas komponen logam adalah microcrack, retakan halus yang tidak kasat mata, namun berpotensi menyebabkan kegagalan struktural serius jika tidak terdeteksi. 

Untuk mengatasi hal ini, metode Fluorescent Penetrant Inspection (FPI) dipadukan dengan teknologi mikroskop digital UV menjadi solusi yang efektif.

Apa itu Microcrack?

Microcrack pada logam

Cairan penetran berwarna terang atau fluoresen (reaktif terhadap sinar UV) diaplikasikan ke permukaan. Pada tahap ini, cairan yang disemprotkan secukupnya dan merata menutupi seluruh permukaan. Selanjutnya, cairan penetrant dibiarkan meresap selama waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Microcrack merupakan retakan mikro pada permukaan logam atau material padat lainnya. Ukurannya sangat kecil sehingga sulit terdeteksi dengan inspeksi visual biasa. Retakan ini bisa muncul akibat tegangan sisa, kelelahan material, atau kesalahan dalam proses produksi. Jika tidak ditangani, microcrack dapat berkembang menjadi kerusakan besar.

Metode Fluorescent Penetrant Inspection (FPI)

Salah satu metode yang paling dikenal dan efektif untuk mendeteksi retakan permukaan adalah Fluorescent Penetrant Inspection (FPI). Metode ini termasuk teknik uji yang tidak merusak (NDT) dan banyak digunakan di industri penerbangan (aerospace), otomotif, dan manufaktur.

Fluorescent Penetrant Inspection (FPI) merupakan metode non-destruktif yang digunakan untuk mendeteksi cacat permukaan, seperti retak (crack), porositas, dan sambungan pada material non-pori. Metode ini memanfaatkan cairan penetran berfluoresensi yang menyusup ke dalam cacat permukaan, kemudian divisualisasikan di bawah cahaya ultraviolet (UV).

Material yang Cocok untuk Fluorescent Penetrant Inspection (FPI)

FPI paling efektif diterapkan pada material non-pori yang bersih dan memiliki permukaan halus. Teknik ini bekerja optimal pada material yang mampu menahan penetran di dalam celah atau retakan terbuka.

Beberapa material yang umum digunakan dalam FPI meliputi:

1. Logam

  • Aluminium dan paduan aluminium

  • Titanium

  • Baja tahan karat (stainless steel)

  • Baja karbon

  • Paduan nikel dan magnesium

2. Material Non-Logam

  • Keramik padat

  • Plastik keras atau bahan komposit dengan permukaan halus dan tidak berpori

 

FPI sangat berguna untuk material non-magnetik, seperti aluminium dan titanium, di mana metode Magnetic Particle Inspection (MPI) tidak bisa digunakan secara efektif — contohnya pada komponen pesawat terbang.

Material yang Tidak Cocok untuk FPI

Metode Fluorescent Penetrant Inspection (FPI) tidak direkomendasikan untuk:

  • Material berpori seperti coran dengan porositas terbuka, busa, atau beton tanpa coating.

  • Permukaan kasar atau sangat berkarat, karena dapat menyerap penetran atau menyembunyikan indikasi cacat.

  • Material dengan lapisan (coating), kecuali lapisan tersebut dihilangkan sebelum pengujian.

  • Beberapa jenis plastik atau resin yang bisa menyerap penetran atau bereaksi dengan bahan kimia inspeksi.

Bagaimana Proses Fluorescent Penetrant Inspection (FPI) Bekerja?

Proses FPI terdiri dari beberapa tahap penting untuk memastikan deteksi retakan permukaan secara akurat. Berikut langkah-langkah utamanya:

1. Pembersihan Permukaan (Surface Cleaning)

Pembersihan permukaan

Tahap ini dilakukan dengan membersihkan kotoran dan minyak pada permukaan dengan cairan pembersih, agar penetrant dapat masuk ke celah kecil.

2. Aplikasi Penetrant Fluorescent

Memberikan penetrantCairan penetran berwarna terang atau fluoresen (reaktif terhadap sinar UV) diaplikasikan ke permukaan. Pada tahap ini, cairan yang disemprotkan secukupnya dan merata menutupi seluruh permukaan. Selanjutnya, cairan penetrant dibiarkan meresap selama waktu tertentu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

3. Pembersihan Sisa Penetran (Excess Removal)

membersihkan penetrant

Setelah waktu yang ditetapkan selesai, permukaan dibersihkan secara hati-hati untuk menghilangkan sisa penetran, tanpa mengganggu penetran yang telah masuk ke dalam retakan. Proses ini juga dapat dibantu dengan bantuan sinar UV untuk memperjelas keberadaan sisa penetran yang mungkin tertinggal pada permukaan.

4. Aplikasi Developer

Memberikan developer

Semprotkan cairan developer pada permukaan material, dan tunggu hingga beberapa saat. Developer ini akan menarik penetran dari dalam retakan ke permukaan, membentuk indikasi visual yang kontras.

5. Pemeriksaan dengan Sinar UV

inspeksi dengan dino-lite UV

Jika semua tahapan sudah dikerjakan, maka lakukan inspeksi di bawah sinar UV. Retakan akan tampak sebagai garis atau indikasi terang yang kontras dengan latar belakang gelap.

 

Mengapa Metode FPI Efektif?

Metode ini sangat dihargai di berbagai industri karena keunggulannya, antara lain:

  • Mendeteksi retak permukaan yang sangat halus.

  • Non-destruktif, tidak merusak atau mengubah bentuk komponen yang diuji.

  • Cepat dan praktis, ideal untuk inspeksi rutin atau di lapangan.

  • Biaya rendah, sangat efisien untuk inspeksi dalam volume besar.

 

Mikroskop Digital UV untuk Deteksi Retakan

Untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi dalam proses inspeksi, banyak teknisi di industri kedirgantaraan kini menggunakan mikroskop digital UV, yaitu mikroskop digital canggih yang dilengkapi dengan pencahayaan ultraviolet (UV).

Keunggulan Mikroskop Digital UV:

  • Deteksi retak mikro secara real-time.

  • Gambar beresolusi tinggi dengan perbesaran hingga ratusan kali lipat.

  • Pencahayaan UV memperjelas retakan yang menyerap atau memancarkan fluoresensi di bawah sinar UV.

  • Data digital dapat direkam, dianalisis, dan dibagikan dengan mudah.

  • Cocok untuk inspeksi non-destruktif di industri aerospace, otomotif, dan manufaktur.

  • Mengurangi resiko kelalaian inspeksi visual manual

 

Rekomendasi Mikroskop Digital UV dari Brand Dino-Lite

1. Dino-Lite AF4515T-FVW

Dino-Lite AF4515T-FVW

Dino-Lite AF4515T-FVW hadir sebagai mikroskop digital UV portable yang dirancang untuk para profesional yang membutuhkan pengamatan dengan berbagai panjang gelombang, mikroskop digital ini memiliki sensor 1.3MP, dan menawarkan sumber pencahayaan UV ganda berupa 395 nm dan lampu putih.

2. Dino-Lite AF4515TL-FVW

Dino-Lite AF4515TL-FVW

Dino-Lite AF4515TL-FVW merupakan mikroskop digital UV portable yang dirancang untuk aplikasi inspeksi visual dengan kebutuhan jarak kerja yang lebih panjang (Long Working Distance). Dino-Lite Edge 1.3MP AF4515TL-FVW menawarkan sumber cahaya 395 nm dan lampu putih. Model ini kompatibel dengan WF-20, dan perangkat ini terdapat Wi-Fi streamer.

3. Dino-Lite AM4115-FVT

Dino-Lite AM4115-FVT

Dino-Lite AM4115-FVT memiliki kualitas gambar yang tajam dari seri Dino-Lite Edge serta pencahayaan UV 395 nm dan sensor 1.3MP yang sangat sensitif, sehingga menghasilkan gambar yang tajam. Dino-Lite AM4115-FVT juga memiliki fleksibilitas yang sangat baik untuk berbagai aplikasi, dan mempunyai desain ujung depan (front cap) yang dapat dilepas dan diganti.

Distributor Mikroskop Digital di Indonesia

PT LFC Teknologi Indonesia adalah distributor resmi Dino-Lite di Indonesia. Untuk berdiskusi seputar kebutuhan mikroskop digital di perusahaan Anda, silakan hubungi kami.

Kunjungi juga halaman Facebook, Instagram, Youtube, Linkedin dan TikTok kami untuk mendapatkan update terbaru seputar peralatan industri lainnya.